
Pagi ini salah satu komputer di kantor mengalami problem tidak bisa start up. Sudah dilakukan turn on dan coba plug-unplug kabel power tetapi tetap tidak mau menyala. Layar hanya blanked padahal lampu power menyala. CPU tersebut merupakan CPU build up merk Zyrex dengan operating system Windows XP SP3.
Seperti yang saya tulis di artikel sebelumnya, untuk coba test power supply apakah masih bagus atau tidak, dan hasilnya power supply normal. Coba cek memory dan dapat dipastikan bagus, karena memory dicoba di PC lain bisa berjalan dengan normal.
Suspect awal adalah mainboard problem karena kondisi memory, power supply, processor dan HDD masih bagus. Tetapi saya tidak yakin dengan analisa awal saya, karena mainboard yang digunakan dari pabrikan ASUS dimana saya percaya kehandalan produk mainboard-nya [asli bukan promosi ini :) ].
Akhirnya saya iseng cari-cari di google akan kemungkinan yang terjadi dengan indikasi seperti di atas. Dan saya menemukan salah satu sebabnya adalah overclocking yang gagal.
Solusinya adalah mengembalikan settingan BIOS dan lain lain ke proses semula. Lalu bagaimana caranya???
Iseng, saya cabut semua yang menempel pada mainboard mulai dari kabel power utama, memory, processor, kabel data HDD dan CD ROM, sampai semua bersih tidak ada yang menempel pada mainboard. Dan terkahir adalah lepas baterai CMOS dan coba di diamkan selama 15 menit dan kemudian dipasang kembali.
Setelah semua terpasang kembali, saya coba turn on dan layar monitor mulai menunjukan tanda-tanda kehidupan dengan isi pesan kurang lebih telah terjadi overclocking dan gagal. Hah... kok bisa?? Padahal CPU buat bekerja wajar-wajar aja tanpa saya buat yang aneh-aneh apalgi over clocking.
Selidik punya selidik ternyata hal ini disebabkan temperatur dalam CPU terlalu panas yang memaksa processor untuk kerja lebih keras pada kipas processornya. Dan entah bagaimana, sampai akhirnya processor melakukan overclocking sendiri tetapi gagal.
Mungkin disini ada pembaca yang lebih expert ketika ada problem overclocking pada CPU yang gagal dan cara mengembalikan ke keadaan semula, silakan dishare disini.
Semoga bermanfaat.
~agungfebri~
Artikel Terkait:
computer
- Langkah-Langkah Dasar dalam Keamanan Komputer
- Akses Mode Command Line (CMD) Administrator dengan Perintah RUNAS
- Pengenalan Kabel Cross Dan Straight
- Shorcut File Exe Pada Desktop Tidak Berjalan
- Disable Baloon Notification Windows XP
- Enable / Disable Hibernate Pada Windows
- Membuat Defragmentation Hard Disk Berjalan Otomatis
- Cara Merubah DNS Server - Windows XP
- Mengembalikan Folder Option Pada Windows
- Tidak Dapat Connect Printer Sharing Epson LQ2190
hardware
- Mengatasi Problem "USB Device Not Recognized" Pada Windows 7
- Mengatasi Problem Printer Dot Matrik Sering Menyobek Kertas (Epson LQ 2170, LQ 2180, LQ 2190)
- Mengatasi Suara Bising Pada Komputer Server
- Notebook Hanya Menampilkan Karakter Numeric/ Angka
- Cara Mengukur Grounding Pada Listrik
- Perbedaan Memory RAM DDR, DDR2 dan DDR3
- Cara Membuat Memory Virtual (Paging Memory) Pada Windows
- Tips Membuat Komputer Running Lebih Cepat
- Perbedaan 32 bit dengan 64 bit Pada Arsitektur Operating System
- Perbedaan Laptop, Notebook dan Netbook
Pengetahuan
- Cara Mendengarkan Radio Online Internet
- Apa Perbedaan AdSense dan AdChoices?
- Apa Itu IP Address?
- Hati- Hati Penipuan Via Telepon
- Samsung Master Code
- 255 Alt Code Ascii
- Kode Rahasia Handphone China
- Mengenal Teknologi Virtualisasi Pada Server
- Cara Mengukur Grounding Pada Listrik
- Perbedaan Memory RAM DDR, DDR2 dan DDR3
oke sip mas bro infonya thanks
BalasHapus