Tampilkan postingan dengan label wireless. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label wireless. Tampilkan semua postingan

Senin, 01 Oktober 2012

Jaringan Dasar Komputer - OSI 7 Layer

NETWORKING Merupakan jaringan antar komputer yang menghubungkan satu komputer dengan jaringan lainnya. untuk menyusun jaringan ini, diperlukan perencanaan dari jaringan yang dibangun yang disebut dengan topologi.

Networking di bagi menjadi 3, yaitu:
·         LAN (Local Area Network)
·         WAN (Wide Area Network)
·         MAN (Metropolitan Area Network)

Dalam jaringan Komputer dikenal istilah Layer OSI, Layer OSI ini merupakan Sebuah standar komunikasi yang diterapkan dalam Komunikasi Komputer, OSI yang merupakan Kepanjangan dari Open System Interconnection merupakan Kumpulan Layer-layer yang tidak saling bergantung namun saling berkaitan satu sama lain.

Model OSI ini dibentuk karena pada awalnya dimana IBM dan DEC membuat alat Komunikasi yang berbeda sehingga kedua perangkat dari perusahaan yang berbeda ini tidak dapat saling berkomunikasi. Oleh karena itu, OSI dibentuk agar semua perangkat Komunikasi data dapat menerapkan standar penggunaan komunikasi sehinga tidak terjadi diskomunikasi diantara perangkat-perangkat tersebut.


OSI 7 Layer

Application (layer 7)
layer Application Berfungsi sebagai antarmuka dengan aplikasi fungsionalitas jaringan, mengatur bagaimana aplikasi dapat mengakses jaringan, dan kemudian membuat pesan-pesan kesalahan.

Presentation (Layer 6)
Layer Presentation adalah layer yang bertanggung jawab dalam memberiksn layanan penyajian format data untuk aplikasi-aplikasi pada layer application agar tidak terjadi pertukaran data yang tidak diinginkan antara aplikasi satu dengan yang lainnya.

Session (Layer 5)
Layer Session Berfungsi dalam menetapkan, mengelola, dan mengakhiri sesi antara dua host berkomunikasi. Layer ini memberikan layanan ke lapisan presentation. hal ini juga mensinkronkan dialog antara lapisan presentasi dua host dan mengelola pertukaran data mereka.

Transport (Layer 4)
Layer transport Berfungsi untuk memecah data kedalampaket-paket data serta memberikan nomor urut ke paket-paket tersebut sehingga dapat disusun kembali pada sisi tujuan setelah diterima.

Network (Layer 3)
layer Network Berfungsi untuk mendefinisikan alamat-alamat IP, membuat Header untuk paket-paket, dan kemudian melakukan routing melalui internetworking dengan menggunakan router dan switch layer 3

Datalink (Layer2)
Layer Datalink Berfungsi untuk memberikan pengalamatan fisik dalam hal ini berlawanan dengan pengalaman logis, merubah data menjadi frame dan melakukan flow control pada pengiriman data.

Physical (layer 1)
Layer Physical berfungsi untuk mendefinisikan media transmisi jaringan, metode pensinyalan, sinkronisasi bit, arsitektur jaringan topologi dan pengabelan.

Semoga Bermanfaat.

Sabtu, 21 April 2012

Teknik Jebol Password Wifi - Hotspot

Untuk para pembaca yang suka iseng pasti akan senang jika menemukan judul di atas berikut teknik-teknik menjebol password wifi. Ya...kenapa saya membuat judul tersebut, hal ini karena saya mengalami kejengkelan yang sangat oleh ulah orang-orang yang iseng melakukan attacking atas perangkat hotspot yang saya kelola.
Hotspot yang saya kelola sebenarnya untuk kalangan sendiri dan memakai password yang tidak terlalu sulit. hanya kombinasi huruf dan angka kurang dari 8 digit. Bukannya tidak mau membuat password dengan keamanan yang lebih kuat, tetapi hal ini semata biar mudah diingat oleh para pengguna di lingkungan kantor.
Akan tetapi, hal ini ternyata malah disalahgunakan oleh oknum yang tidak bertanggung jawab. Bukannya memanfaatkan fasilitas hotspotnya, malah melakukan otak-atik atas perangkat hotspotnya.
Pengennya sih mungkin iseng atau hanya ingin melihat konfigurasinya, tetapi yang terjadi malah fatal. Semua konfigurasi malah dirubah dan akibatnya internet tidak dapat connect ke provider.
Yah...kepaksa harus saya lakukan hard reset ke perangkatnya.
Hal ini menjadi pelajaran berharga saya, untuk menjadi administrator yang baik ternyata harus tegaan, password kalau perlu dibuat 25 digit kombinasi huruf besar, huruf kecil dan karakater. Bukannya takut untuk menghadapi orang-orang yang iseng, tetapi memang agar keisengan orang-orang yang tidak bertanggung jawab akan menjadi lebih banyak korbannya.
Semoga cerita diatas menjadi inipratif bagi administrator jaringan pemula, untuk hal yang bersifat security kita memang harus tega.

Semoga bermanfaat.

~agungfebri~

Sabtu, 03 Maret 2012

Sistem Keamanan Pada Jaringan Wireless

Jaringan wireless menawarkan kemudahan dalam pengaksesan. Dengan memanfaatkan gelombang radio dengan frekuensi 2,4GHz atau 5GHz, satu perangkat komputer dapat terhubung dengan perangkat yang lain dalam satu jaringan.
Lalu bagaimana dengan keamanannya? Karena memanfaatkan gelombang radio, sistem keamanan dalam jaringan wireless ini menjadi satu masalah penting. Paket data yang terkirim pada suatu saat akan berada pada udara bebas dan sangat rentan untuk diintip oleh pihak yang tak berkepentingan. Tidak hanya itu, sistem wireless juga sangat rawan terhadap serangan dari luar karena siapa pun memiliki kesempatan untuk masuk dalam satu sistem jaringan selama perangkat tersebut memiliki kemampuan untuk masuk dalam radius jangkauan access point.
Oleh karena cukup rawan akan bahaya penyusupan maupun pencurian data, tak heran jika banyak pihak kemudian membuat sistem keamanan pada sistem wireless yang berlapis-lapis, mulai dari tingkat client atau pengguna, maupun di tingkat access point.
Beberapa standar sistem keamanan wireless kemudian menjadi standar baku untuk menjaga
agar sistem tetap aman dari bahaya pembobolan antara lain:
SSID (Service Set Identifier)
Fungsi SSID ini sangat mirip seperti sebuah nama network pada jaringan kabel. SSID inilah yang merupakan garda terdepan untuk sistem keamanan jaringan wireless. Untuk dapat mengakses access point yang menjadi pusat dari sistem jaringan wireless, client harus mengetahui SSID yang digunakan oleh access point yang terdekat.
Namun demikian, SSID dapat dengan mudah diketahui oleh pengguna lain selama SSID diatur pada setting broadcast. Dengan setting semacam ini, siapa pun yang memiliki perangkat WLAN yang cocok dapat masuk dengan cara melakukan pencarian access point terdekat dengan metode pencarian sederhana yang dimiliki software utility
yang diinstal terpisah maupun pada sistem operasi. Anda dapat menggunakan aplikasi netstumbler dan inssider untuk analisa suatu jaringan wireless (please check it on google).
Pada perangkat modern, metode pencarian access point dapat dengan mudah menangkap access point terdekat, lengkap dengan nama SSID yang digunakan sehingga pengguna yang tak terotorisasi pun dapat dengan mudah terkoneksi ke dalam jaringan dengan mengatur alamat IP pada setting DHCP (Dynamic Host Configuration Protocol).
MAC address
Sistem keamanan kedua adalah dengan menggunakan MAC (Medium Access Control) address yang ada pada setiap kartu WLAN sebagai fitur otorisasi untuk masuk ke dalam sebuah jaringan wireless. Setiap kartu WLAN memiliki MAC address yang unik dengan penomoran 12 digit sesuai dengan standar IEEE. Dengan adanya otorisasi menggunakan MAC address ini, access point dapat mengenali masing-masing client yang terkoneksi berdasarkan MAC address yang sudah didaftarkan.
Namun demikian, nyatanya otorisasi dengan MAC address ini tidak seratus persen menjamin sistem jaringan wireless aman. Jaringan masih juga dapat ditembus dengan metode yang disebut sniffing, di mana pengguna yang tidak terotorisasi masih dapat masuk dengan beragam cara.
Dengan menggunakan software sniffing sederhana yang dapat diperoleh dengan
mudah via Internet, pengguna yang tak terotorisasi pun dapat dengan mudah melihat MAC address yang digunakan masing-masing client yang sudah terotorisasi untuk selanjutnya menggunakannya untuk masuk secara ilegal ke dalam jaringan wireless.
Certificate Services
Metode ini hanya memperbolehkan client yang memiliki wireless network certificate yang dapat melakukan access ke access point. Pada access point, Anda akan membutuhkan suatu services yang disebut dengan RAS (Radius Access Server).
Semoga bermanfaat.

~agungfebri~

Senin, 23 Januari 2012

Tipe Wifi Berdasarkan Standarisasi International 802.11


Seringkali kita kesulitan ketika akan melakukan sebuah keputusan karena kita sedikit informasi mengenai hal tersebut. Hal ini terjadi kepada teman saya, dimana akan membuat hotspot di rumahnya. Ketika dia melakukan cek informasi pada toko komputer, dia ditawari berbagai tipe Access Point dengan spesifikasi masing-masing dari berbagai merk.
Dijelaskan bahwa Access Point merk A mempunyai jangkauan 110 meter dengan speed yang dimiliki sebesar 11 Mbps, sedang untuk Access Point Merk B, mempunyai jangkauan 110 meter juga tetapi speednya jauh lebih besar yaitu 54 Mbps. Selain spesifikasi, harga juga sangat berbeda jauh.
Karena kebingungan dengan informasi yang telah didapat dari toko komputer, maka dia bertanya kepada saya dan saya jelaskan tipe standarisasi berdasarkan kelompok kerja 802.11 antara lain:

Spesifikasi : 802.11a
Tahun Release : 1999
Kecepatan Maksimum : 54 Mbps
Kecepatan Aktual : 23 Mbps
Frekuensi Band : 5 GHz
Kompatibiltas : 802.11a
Jarak Jangkauan Indoor : 30 meter
Jarak Jangkauan Outdoor : 100 meter

Spesifikasi : 802.11b
Tahun Release : 1999
Kecepatan Maksimum : 11 Mbps
Kecepatan Aktual : 4 Mbps
Frekuensi Band : 2,4 GHz
Kompatibiltas : 802.11b
Jarak Jangkauan Indoor : 35 meter
Jarak Jangkauan Outdoor : 110 meter

Spesifikasi : 802.11g
Tahun Release : 2003
Kecepatan Maksimum : 54 Mbps
Kecepatan Aktual : 19 Mbps
Frekuensi Band : 2,4 GHz
Kompatibiltas : 802.11b, 802.11g
Jarak Jangkauan Indoor : 35 meter
Jarak Jangkauan Outdoor : 110 meter

Spesifikasi : 802.11n
Tahun Release : 2009
Kecepatan Maksimum : 248 Mbps
Kecepatan Aktual : 74 Mbps
Frekuensi Band : 5 GHz & 2,4 GHz
Kompatibiltas : 802.11b, 802.11g, 802.11n
Jarak Jangkauan Indoor : 70 meter
Jarak Jangkauan Outdoor : 160 meter

Semoga bermanfaat.

~agungfebri~

Jangkauan Maksimal Access Point (AP) Pada Teknologi Wireless


Seorang teman bercerita kepada saya, bahwa dia akan memasang hotspot di rumahnya. Dia menanyakan berapa jangkauan dari hotspot tersebut agar semua area di rumah terjangkau dengan ukuran rumah dan pekaranganya, 15 meter x 35 meter.
Pada awalnya, dia sebenarnya akan menggunakan teknologi wired/kabel dengan membuat beberapa titik dimana dia sering duduk disitu. Tetapi dengan alasan kepraktisan dan efisiensi, dengan adanya teknologi wireless, maka diputuskan akan menggunakan wireless saja untuk koneksi di rumahnya.
Jaringan wireless memiliki karakteristik yang berbeda dengan jaringan yang menggunakan kabel (wired). Pada jaringan wireless untuk menentukan jauh tidaknya jaringan, tergantung dari kuat atau tidak sinyal yang dipancarkan dan yang diterima oleh computer client. Pada jaringan kabel, semisal jarak 50 meter dengan switch/hub, komputer tersebut pasti bisa terhubung, tetapi untuk jaringan wireless hal ini masih sebuah kemungkinan, yaitu kemungkinan terconnect dengan bagus, terconnect dengan lambat atau tidak connect sama sekali. Hal tersebut disebabkan beberapa faktor yaitu kekuatan sinyal dan kontruksi dari suatu gedung.
Pada ruangan terbuka, dimana tidak ada penghalang, jaringan wireless dapat memancarkan sinyal maksimal sejauh 100 meter sampai 110 meter. Jangkauan ini akan berkurang banyak ketika dipakai di ruangan tertutup akibat halangan beton dan kaca. Beton dan kaca akan melakukan pemantulan sinyal. Sehingga sinyal yang di broadcast, jika suatu gedung terdapat banyak beton, akan mendapat interfensi dari sinyal hasil pantulan. Beberapa tipe Access Point, sinyalnya juga tidak dapat menembus beton, meski telah diberi penguat sinyal.
Cara yang tepat untuk menjawab pertanyaan teman saya tadi adalah dengan melakukan survey lokasi terlebih dahulu. Karena karakteristik yang dimiliki oleh jaringan wireless yang berbeda-beda tergantung dari lokasinya. Memang untuk kondisi maksimal bisa mencapai 100 meter secara radius.
Untuk beberapa access point terbaru, untuk meningkatkan kemampuan jangkauannya, ada fitur untuk mengatur kekuatan sinyal (signal strength). Hal ini sangat memudahkan seorang enginer untuk melakukan optimasi suatu jaringan wireless jiika mendapati suatu tempat dengan signal strength-nya sangat low/poor.

Semoga bermanfaat.

~agungfebri~